Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2014

KAU

Tiga belas tahun yang lalu, separuh hatimu pergi. Dia tinggalkan malaikat kecil yang cantik untuk kau jaga. Hatimu belumlah sempurna utuh, tapi kau harus terus melangkah. Demi si malaikat kecil itu. Sepeninggal sang bidadari, kau jaga si malaikat kecil itu seorang diri. Bekerja begitu keras untuk bahagiakan dia. Kau suapi dia, ajari dia, ajak dia bercanda, selalu berusaha agar dia tak bersedih, padahal belum tentu kau tertawa saat dia tertawa. Bisa saja, di saat si malaikat kecil itu tertawa, sosok sang bidadari menyeruak dalam pikiranmu dan rasa rindu itu hadir. Roda waktu terus berputar. Si malaikat kecil tumbuh menjadi remaja. Dia mulai sibuk dengan dunia remajanya. Dia sibuk dengan urusannya mencari ilmu dan habiskan sisa waktunya dengan teman-temannya daripada denganmu. Padahal, kau selalu ada untuk si malaikat kecil, tapi dia tak selalu ada untukmu. Siapa lagi tempatnya mengaduh, meminta, merengek jika bukan kau? Dia hanya bagikan duka, bukan canda. Dalam hatimu, kau rindukan ...