Jembatan
Sudah kutunggu kau cukup lama. Pengunjung terakhir datang tiga tahun silam. Dia hanya datang dan mampir dalam sekejap mata. Dia bilang akan berkunjung lagi, tapi entah kapan. Dia tak bisa tentukan. Dia hanya punya angan untuk datang, selebihnya kehendak Tuhan. Kedatanganmu benar-benar kuharapkan. Bukan untuk menggantikan pengunjung terakhir. Bukan. Tapi untuk temaniku membangun jembatan. Aku butuh bantuan. Aku tak mungkin bekerja sendirian. Aku butuh teman, kawan. Pengunjung terakhir hanya memberiku saran. Dia hanya berikan saran tapi tak ikut membangun jembatan. Katanya dia punya banyak urusan dan akan datang lagi untuk beri bantuan. Tapi kapan? Kabar yang kudengar dia juga sedang cari orang untuk buat jembatan. Aku berniat beri bantuan tapi dia tak berkenan. Aku kembali ke kampung halaman. Sebelumnya, aku bilang padanya kalau dia butuh aku, aku ada di kampung halaman. Aku bertemu paman. Dia beri banyak saran. Dia bilang aku harus kembali ke perantauan. Kuturuti ucapan paman. Aku...