Sederhana (?)

Pernah denger nasihat kaya gini ga "Hidup itu sebenernya sederhana, tapi manusianya aja yang bikin ribet"? Dan salah satu anak dari nasihat itu adalah ungkapan "Bahagia itu sederhana" yang akhir-akhir ini sering banget kita dengar. Entah siapa yang memulai ungkapan itu dan gimana ungkapan itu bisa booming di masyarakat, ungkapan ini seolah-olah diamini oleh banyak orang. Bahagia memang sesuatu yang semua makhluk hidup harapkan. Kapan pun dan di mana pun kita pasti berharap untuk dapat merasakan perasaan senang yang biasa disebut bahagia. Banyak orang berusaha untuk mendapatkan perasaan bahagia itu. Padahal kata orang kan bahagia itu sederhana. Tapi... ndak yo bahagia itu memang sederhana? Kalo sederhana kenapa banyak yang malah mengejar bahagia?
Sek, ojo kesusu le.. Mari kita tengok definisi dari kata bahagia sek yes 
bahagia /ba·ha·gia/ 1 n keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dr segala yg menyusahkan): -- dunia akhirat; hidup penuh --; 2 a beruntung; berbahagia: saya betul-betul merasa -- krn dapat berada kembali di tengah-tengah keluarga; (http://kbbi.web.id/bahagia diakses pada 17 Februari 2015 16:57 WIB)
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, bahagia ya seperti di atas itu. Nah, kalo definisi sederhana piye ya?
sederhana /se·der·ha·na/ a 1 bersahaja; tidak berlebih-lebihan: hidupnya selalu --; 2 sedang (dl arti pertengahan, tidak tinggi, tidak rendah, dsb): harga --; 3 tidak banyak seluk-beluknya (kesulitan dsb); tidak banyak pernik; lugas: ia menerangkan dng kalimat-kalimat yg --; (http://kbbi.web.id/sederhana diakses pada 17 Februari 2015 17:12 WIB)
Jadi, bahagia itu sederhana bisa diartikan keadaan atau perasaan senang dan tenteram yang untuk merasakan hal yang membuat bahagia tidak memerlukan usaha yang keras atau untuk mendapatkannya dengan cara mudah. Ini pendapatku ya, monggo dikoreksi.
Tapi, benarkah bahagia memang sederhana? 
Hmmm...
Menurutku, bahagia sendiri bersifat subjektif yang artinya bergantung pada individu masing-masing memahami atau memaknai kata bahagia ini. Begitu juga dengan sederhana. Sederhana atau tidaknya sesuatu bergantung cara setiap individu memaknai kata ini. 
Jika bahagia memang sederhana kita (seharusnya) bisa merasa senang, tenteram, damai karena hal-hal kecil yang kadang tidak kita sadari memberikan rasa bahagia yang kita cari. Namun, nyatanya banyak sekali orang yang berusaha mengejar kebahagiaan. Orang-orang yang mengejar kebahagiaan itu, memang tidak bisa disalahkan. Kenapa? Karena definisi kebahagiaan mereka berbeda-beda. Rasa bahagia yang mereka cari semua bergantung dari hal-hal apa saja yang mereka pikir mampu menciptakan rasa senang, tenteram dan damai itu. TAPI ...
Apakah hal-hal yang mereka pikir mampu membuat mereka bahagia benar-benar hal yang membahagiakan?
Umm.. Mari kita ambil contoh. Gampang saja. 

Misalkan ada seorang anak sekolah menengah pertama, katakanlah namanya Juju. Mereka datang dari kelas sosial yang berbeda. Juju datang dari keluarga ekonomi menengah ke bawah. Orang tuanya hanya buruh serabutan. Gaji mereka tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Juju memiliki tiga orang adik yang masih kecil, bahkan si bungsu baru berusia 5 bulan. Dia merasa tidak bahagia dengan apa yang dia punya, menurutnya kebahagiaan hanya akan didapatkan jika dia memiliki harta yang berlimpah. Dalam usahanya mengejar kebahagiaan itu, dia melakukan segala cara untuk mendapatkan sesuatu yang disebutnya kebahagiaan. Pada akhirnya, Juju memang menjadi seorang yang sukses, seorang yang bergelimang harta, tapi apakah dia bahagia? Tidak. Pada satu titik, dia memang bahagia karena memiliki banyak harta tapi dia merasa tidak puas dengan apa yang telah dimilikinya dan terus berusaha untuk mendapatkan harta lebih banyak. Bahkan untuk mendapatkan "kebahagiaan" itu, dia rela mengorbankan banyak hal. Seiring bertambahnya pundi-pundi kekayaannya, Juju tak kunjung merasakan kebahagiaan. Kenapa? 
Karena dia lupa. Bahagia itu berasal dari hati. Bahagia itu soal perasaan damai, tenteram, bukan soal  perasaan senang semata. 
Jika memang definisi bahagia adalah perasaan senang, tenteram dan damai, maka bahagia itu memang sederhana. Sesederhana kita bersyukur untuk semua yang telah kita punya, sesederhana ketika kita tersenyum pada orang lain, sesederhana saat kita menikmati keindahan bumi ini, sesederhana ketika bisa menjawab soal matematika dan mungkin sesederhana jika aku dan kamu menjadi kita. 
heuheu

Komentar